Mengintip ragam investasi emak-emak


sumber: bisnis.liputan6.com


”Mengintip ragam investasi emak-emak”

***

Apa yang ada dibenak kita saat ada mendengar kata “investasi” dan “emak-emak”. Pasti ada yang bayangin ibu-ibu pakai gelang serenteng di kedua tangannya, dan anting yang super gedhe, trus kalung model rantai yang lumyan gedhe juga. Belum lagi gigi emasnya yang kemilau saat dia tertawa lebar. Hahaaaa....begitulah bayangan dari investasi emak-emak...peace ya, maks :V. Sayapun termasuk perempuan yang suka berinvestasi emas.  Walaupun saya bukan perempuan yang suka memakai perhiasan emas secara “membabibuta”, tetapi saya memang menyisihkan pendapatan untuk membeli beberapa gram emas, dalam bentuk perhiasan ataupun koin dari perusahaan emas ANTAM tbk.

Ada dua hal utama yang mendasari mengapa emak-emak suka investasi dalam bentuk emas perhiasan, yaitu:
1.   Tetep yang namanya investasi, tetap berharga walaupun disimpan dalam jangka waktu lama. Investasi dalam bentuk emas memiliki keuntungan, salah satunya karena fleksible untuk dijual-belikan. Tidak seperti tanah atau kendaraan yang kadang perlu waktu untuk menjualnya, padahal kebutuhan mendesak dan butuh saat itu juga. Pas anak-anak butuh biaya untuk masuk sekolah, pas butuh biaya untuk pengobatan di rumah sakit dan alasan-alasan lain yang urgen menurut wanita. Karena biasanya kalau hanya untuk kebutuhan sehari-hari, wanita pantang menjual emas perhiasannya lho....bener nggak sih?tapi kaau kepepet banget, baru dijual.
2.   Untuk mempercantik diri. Walaupun kalau berlebihan, juga jatuhnya bukan mempercantik diri, tapi lebih ke mengundang kejahatan sih ya....tapi so far, kebanyakan wanita memang suka pakai perhiasan emas dalam segala bentuk.


sumber:sp.beritasatu.com


Belakangan, saya mulai meninggalkan investasi dalam bentuk emas. Tetapi tetep sih, kalau lagi iseng jalan-jalan ke toko emas dan ada yang lucu atau bagus gitu ya tetep beli. Kan bisa dijual lagi kalau butuh duit, gitu alesyannya...hehe. Tetapi memang ada beberapa hal yang membuat saya kurang tertarik berinvestasi emas sekarang ini. Ada alasan yang bersifat pribadi, tetapi ada juga yang bersifat umum, dan mungkin semua orang juga berfikir demikian.
Untuk alasan yang bersifat pribadi, lebih karena lebih kepada : saya nggak terlalu suka memakai perhiasan emas yang berlebihan (pakai gelang, kalung, anting, cincin secara bersama-sama). Paling hanya cincin dan kalung aja. Itupun karena saya pakai hijab, jadi kalungnya nggak keliatan kan ya? Hheee. Jadi rasanya sayang, udah beli emas bagus-bagus, tapi jatuhnya cuma disimpen, nggak dipakai.
Nah, kalau alasan yang bersifat umum, antara lain:
1. Perlu keamanan khusus (agak ribet dan was-was kalau disimpan sendiri dirumah).
Investasi Emas dalam jumlah banyak misalnya diatas 1kg, akan memerlukan keamanan khusus. Awalnya sih disimpan di lemari rumah yang kuncinya kita simpan rapi. Tetapi karena ngeri banyak terjadi perampokan, biasanya beberapa orang memilih menggunakan brankas kecil untuk menyimpan. Tetapi ada cara lain yang lebih aman lagi, yaitu dengan menyewa safety box dibank, dan itu butuh biaya tambahan setiap beberapa periode. Aman. Tetapi ada biaya tambahan J
2. Emas lebih baik untuk investasi jangka panjang.
Saya pernah mencoba menghitung jika kita investasi emas dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun apakah sudah bisa menikmati hasil dari investasi tersebut, ternyata belum. Semua biaya saat membeli emas tersebut, masih minus jika dibandingkan dengan saat kita menjualnya di toko yang sama. Kalaupun harga emas saat kita menjual sedang naik, tetap saja untungnya tidak seberapa. Setelah membaca juga dari beberapa literatur, saya baru tahu bahwa investasi emas akan sangat menguntungkan jika dilakukan pada jangka panjang. Mungkin bisa 10 tahun lebih.
Ngomong-ngomong tentang investasi, saya sempat sharing dengan teman blogger yang tahu banget tentang investasi emak, dia adalah mbak Ardiba Sefrienda. Mbak Diba ini punya blog khusus mengupas tentang investasi, yaitu di www.investasiemak.com. Kemarin kita asyik ngobrolin tentang seberapa penting sih investasi buat kita, investasi apa saja yang cocok untuk para emak-emak alias ibu rumah tangga, dan bagaimana memulainya. Setelah ngubek-ubek blognya juga, saya jadi punya ide untuk menulis tentang investasi  untuk para ibu rumah tangga ini.
Ada rumus idealisme peran seorang ibu rumah tangga, yang kurang lebih adalah seperti di bawah ini:
 

Tetapi kebutuhan yang juga nggak kalah banyak dan ngebut juga, membuat para emak merasa kesulitan untuk memulai sebuah investasi. Perlu tekad kuat dan terobosan untuk memulai sebuah investasi, sekecil apapun investasi itu. Selain kebutuhan yang “terlihat” sama besarnya dengan pemasukan, bahkan terkadang melampaui, ada juga alasan lain yang menghambat emak-emak untuk berinvestasi, misalnya kurangnya informasi.  Tipe orang ini , sebenarnya memiliki “uang lebih” untuk bisa diinvest-kan, tetapi karena kurang informasi, jadi uang itu akhirnya hanya tersimpan ditempat yang “rawan”. Rawan diambil oleh kita sendiri maksudnya...(hehhee...!). Jadi kalau orang jawa bilang itu kethitil-tithil. Semakin lama semakin habis pula itu uang, dan akhirnya tidak jadi berinvestasi. Sedih bukan?
Selain itu, ada juga emak yang sebenarnya punya uang, punya info lengkap tentang berbagai investasi, tetapi dia adalah tipe penakut pada sebuah resiko yang bisa saja terjadi pada sebuh investasi. Resiko disini berarti adalah kebangkrutan atau kerugian atas nilai investasinya. Ya sudah, uangnya hanya diendapkan begitu saja dibank.
Sebenarnya kalau takut berinvestasi dalam bentuk uang, ada beberapa pilihan investasi dari yang sederhana sampai yang agak berbobot untuk ibu rumahtangga. Kalau saya bisa memberikan contoh dibawah ini:
1.   Tabungan arisan (paling mudah dan emak-emak pasti ada). Skala ini sangat mudah dilakukan oleh ibu-ibu anggota arisan. Tabungan sesukanya. Kalau ada rejeki ya nabung lebih banyak, kalau rejekinya pas untuk kebutuhan, ya nabungnya ditunda dulu. Tidak ada standar tiap menabung harus berapa. Fleksibel.
2.   Emas dan perhiasan
Skala ini membuatuhkan dana yang lebih banyak dibanding tabungan arisan. Bisa dijual saat kita membutuhkan, dan juga bisa juga dipakai untuk perhiasan. Untuk emas koin dan batangan, memang alokasinya adalah investasi jangka panjang. Jadi bisa disimpan dalam jangka waktu lama.
3.   Usaha .
Kecil-kecilan nggak masalah yang penting modal bisa muter dan nggak berhenti/ defisit. Tetapi bagi yang sudah sukses membangun usaha, bisa juga terpacu untuk membuat usaha lagi dan lagi. Modal yang terkumpul akan dipakai untuk memulai usaha yang lain lagi, atau membuka cabang lagi. Sehingga pundi-pundi uang semakin banyak juga. Tetapi harus punya strategi dan hati-hati dalam menjalankan usaha. Karena resiko kebangkrutan hampir pasti selalu ada.
4.   Rumah (properti) atau tanah.
Menurut saya, investasi dalam bentuk tanah dan rumah adalah investasi paling aman. Asal sewaktu transaksi surat-suratnya jelas.  Apalagi kalau bisa dibeli dengan sistem cash tempo, tentu  akan sangat menguntungkan. Disamping harga lebih murah, sertifikat segera bisa kita miliki, kita tidak terbebani hutang untuk membayar setiap bulan dalam jangka waktu sekian puluh tahun.
5.   Reksadana
    Pilihan investasi ini dapat dimulai dengan modal yang tidak terlalu besar, antara Rp 200 ribu hingga 1 juta. Untuk yang sudah lihai bermain reksadana, bolehlah menginvestkan dananya hingga beberapa ratus juta. Kini makin banyak bank yang menyediakan pelayanan reksadana. Prinsip kerja reksa dana adalah menitipkan uang kepada manajer investasi untuk melakukan investasi di perusahaan yang memiliki laba positif. Tetapi butuh infomasi yang lengkap dan jangan sampai tertipu oleh *syarat dan ketentuan yang berlaku.

Selain diatas, bentuk investasi yang perlu dialokasikan ada tiga macam investasi utama yang yaitu :
1.   Untuk  pendidikan anak.
Jadi saat usia anak sekian, saat memasuki SD atau SMP nanti akan menerima berapa rupiah untuk membantu dana pendidikan. Banyak emak-emak yang memiliki premi asuransi pendidikan. Keuntungannya memang saat jatuh tempo, kita dapat tambahan dana untuk sekolah anak. Tetapi ada kelemahannya juga, nilai yang kita dapatkan setelah sekian tahun itu tidak mampu menyamai laju inflasi nilai uang.
2.   Untuk persiapan pensiun
Sebenarnya kisaran usia saat kita memulai investasi untuk persiapan pensiun itu nggak terbatas. Misalnya sekarang usia dibawah 20 tahun pun, sah sah aja kalau mau mempersiapkan dana pensiun kita. Apalagi yang sudah diatas 30 tahun, pastinya lebih bagus kalau ikut [rogram ini ya. Secara usi aproduktif orang Indonesia berkisar antara 15-64 (https://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kerja)

3.   Untuk proteksi.
Proteksi ada beberapa macam ya, ada yang berbentuk BPJS misalnya, atau asuransi jiwa, proteksi kerugian saat kita berinvestasi dan sebagainya. Kita membayar iuran per bulan sesuai dengan kewajiban bayar kita, dan kita akan menemira hasilnya sekian tahun kemudian, atau saat terjadi resiko pada diri kita.
Nah, gimana caranya dengan pengeluaran segambreng, tetapi emak-emak bisa tetep berinvestasi? Saya mengambil dari blognya mbak Ardiba, ada 3 kiatnya, apa saja?
1.   Miliki strategi --> Miliki perencanaan keuangan yang baik.
Metode habiskan saja gaji suami sebisa mungkin diterapkan dan didistribusikan ke pos-pos yang strategis, termasuk pos investasi. Apapun bentuk investasinya, pastikan ada pos itu di kanal pengeluaran.

Berikut contoh pos-pos penting dalam rumah tangga:



                          

Kalau saya pribadi, pos investasi sama pentingnya dengan pos kebutuhan sehari-hari. Karena semua pemasukan akan habis tak berbekas, tanpa adanya pos investasi, sekecil berapapun nilainya. Jadi metode menghabiskan gaji suami ini bukan berarti dihabiskan untuk sesuatu yang nggak penting juga ya, tetapi sebisamungkin dialokasikan ke pos-pos yang memang sudah ditetapkan bersama (suami dan istri). Jadi suami pun juga tahu, uang yang dipercayakan ke sitrinya, sebagai manajer keuangan, dipakai untuk apa saja.
2.   Alat yang tepat (kinerja)--> Memilih 'alat' yang tepat untuk investasi.
Memilih pos investasi harus jeli. Pastikan cukup informasi dan janganlupa harus disesuaikan dengan kemampuan kita. Jangan lebih kecil atau lebih besar. Keduanya sama-sama tidak efektif.
3.   Serang segera --> Jangan ditunda-tunda lagi! Segera realisasikan investasinya!
Kalau sudah semua terencana, jangan tunda-tunda lagi. Bisa-bisa nanti hanya tinggal impian, tetapi dana yang seharusnya sudah dialokasikan ke pos investasi itu hanya menghilang entah kemana atau menguap begitu saja. Sayang bukan?

Memulai investasi memang tidak mudah. Apalagi kalau sebelumnya sudah terbiasa membeli ini itu yang bersifat sekunder atau bahkan tersier. Awalnya agak berat untuk mengalokasikan berapa rupiah untuk tabungan. Tapi kalau kita sudah pandai membuat pos-pos pengeluaran, termasuk pos investasi, semua akan mengalir lancar. Tetapi dengan satu syarat, harus konsisten dong ya...jangan mudah tergoda oleh pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu penting atau kita belum butuh.


Selamat berinvestasi!

Komentar

  1. Aku kebanyakan main di reksadana jg mbak.. Emas iya juga tapi ga sebanyak reksadana. Forex main sedikit.. Tp gara2 si trump kmrn terjun bebas semua saham2 dan ihsg :p. Semua org pada wait and see kebijakan apa yg bakal diambil si trump nanti. Di bank tmpat aku kerja, banyak bgt nasabah yg lgs mindahin reksadananya yg beresiko ke reksadana lain yg lbh stabil. Aku rugi kalo utk reksadana jadinya. Tp untung gede di forex krn USD naik tinggi :D. Dan emas juga tuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. haai mbak Fanny....
      wah..hebat ya mbak, mainnya udah di reksadana.
      aku main aman saja...properti...hehee
      salam kenal, trmksh sudah mampir ya mbak

      Hapus
  2. Widih. Lengkap banget nih ulasannya. Tambah mantep yg komen di atasku, forex, saham, emas, bisa jd diversifikasi investasi semua. Cm ktnya kl forex jantungnya kudu kuat. Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak fanny sama mbak diba semua hebat lah....
      aku blm berani ke reksadana. nggak kuat....huuhuuuu

      Hapus
  3. lengkap ulasannya. Biar kate emak2 kudu harus bisa berinvestasi juga (ini ngapain gua jadi betawi ya...). Kalau saya yang sih yang gampang aja dulu. Emas meski belum seberapa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih sudsh mampir mbak haeriah.
      yg penting emak2 itu walaupun sedikit kayaknya harus bisa nyisihin untuk tabungan ya mbak...terutama untuk hal2 yang tak terduga dan diluar rencana.
      paling mudah memang emas. bisa dipakai dan gampang jualbelinya kalau pas butuh...
      semangat investasi....

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melirik “ New Concept Fashion” di Ada Buti Store.

Tips liburan seru dan ceria bareng balita

Pola Asuh berbasis Tradisi, Mengapa Tidak? by Omah Perden.