Mengapa Menyusui Penting?Ini Dia, 9 Rahasia Tentang ASI dan Menyusui





Halo, Ma!.

Siapa yang sedang menyusui? Oh ya, sebelumnya selamat dulu ya, bagi Mama yang baru saja melahirkan. Selalu gemes lihat dedek kecil baru lahir. Rasanya pengen punya lagi,, eits..(becandaaaa)

Begini, Ma. Binar, anak saya yang nomer 2, sudah mau 2 tahun , jadi saya sudah harus siap-siap untuk menyapihnya. Rasanya agak sedih juga sih, Ma. Soalnya selama jadi Mama, aktivitas favorit saya adalah menyusui. Rasanya banyak banget hal yang nggak terlupakan saat menyusui anak saya. 

Mama dan calon Mama pasti tahulah ya, aktivitas yang sudah pasti terlintas setelah melahirkan pastilah menyusui. Meskipun ada beberapa Mama yang nggak bisa langsung menyusui setelah melahirkan, mungkin karena kondisi tubuh Mama yang belum memungkinkan, atau karena ASI yang belum juga keluar 1-3 hari pasca melahirkan. Nggak usah khawatir, Saya juga termasuk yang golongan ini, Ma. Jadi nggak serta merta begitu bayi lahir langsung lancar ASInya. Dulu sempat bingung juga, karena hingga hari kedua ASI tidak keluar sama sekali. Tetapi harus tetep optimis dan berusaha dengan berbagai cara agar ASI bisa keluar. Dan akhirnya hari ke 3, ASI keluar juga, walaupun sedikit demi sedikit.. Alhamdulillah..


Mengapa Mama nggak usah takut kalau ASI nggak keluar?

Begini, Ma. Setelah baby lahir, maka kelenjar mamae kita sebenarnya sudah diset secara alami untuk memproduksi ASI. Walaupun ada beberapa hal yang mempengaruhi produksi ASI, tapi secara ilmiah produksi ASI ini dipengaruhi oleh hormon yang namanya prolaktin. Dan yang paling penting itu pikiran Mama harus rileks, harus tetap optimis bahwa ASI akan keluar melimpah. Karena pikiran ternyata juga mempengaruhi produksi ASI lho..

Tandanya ASI sudah diproduksi  apa? 

Puting susu mengeras, diikuti oleh payudara yang semakin mengencang dan keras juga. Kalau Mama sudah rajin membersihkan puting susu sejak kehamilan 6 atau 7 bulan, maka biasanya lapisan kerak yang menempel di bagian puting susu sudah hilang, sehingga memudahkan air susu merembes keluar. Kalau sudah seperti itu, Mama tinggal mengurut lembut dengan dua jari agar air susu semakin lancar keluar. Inisiasi untuk melancarkan Air Susu Ibu (ASI) agar cepat keluar juga bisa dilakukan dengan menyusukan dedek bayi  sesering mungkin (walaupun belum keluar) atau mengompres payudara dengan air hangat sehingga akan merangsang otot-otot kelenjar susu untuk memproduksi susu.

ASI  yang diproduksi akan terus menumpuk jika tidak disusukan pada si kecil, dan bisa mengakibatkan bengkak dan rasa nyeri di payudara. Jalan keluarnya hanya satu, yaitu mengeluarkan tumpukan ASI dengan menyusui  dedek bayi, atau memerahnya. Nah, yang jelas, ASI itu memang diproduksi untuk diberikan ke dedek bayi, bukan disimpan sendiri ya, Ma.. 
Tetapi apa hubungannya dengan mengapa menyusui itu penting? Seiring pengalaman dan informasi-informasi yang saya dapat selama saya menyusui, ada beberapa hal penting menyangkut ASI dan menyusui yang perlu Mama tahu.  

Saya sendiri lebih menganggap bahwa ASI itu adalah sebuah anugrah bagi Mama dan debay. Karena banyak banget kesitimewaan  dari ASI.  Ini beberapa fakta tentang ASI dan menyusui.

1.  ASI yang pertama kali keluar,  disebut kolostrum, kandungan utamanya antibodi.
Kolostrum ini memiliki kandungan zat antibodi yang sangat bagus untuk bayi yang baru lahir. Warna kolostrum kekuningan dengan struktur agak kental. Yang jelas, sayang banget kalau sampai debay terlewat nggak minum kolostrum ini. Antibodi yang ada di kolostrum ini bisa menjadi bekal pertahanan tubuh debay selama 6 bulan ke depan lho, Ma. makanya pas banget dengan debay yang baru penyesuaian dengan lingkungan barunya, setelah keluar dari rahim Mama.
    
2.  Semua zat makanan yang dibutuhkan dedek bayi, ada di ASI. 
Setelah kolostrum habis (kurang lebih sekitar 6 hari), maka ASI disebut ASI perlahian atau matur. KAndungannya tetap padat gizi. hampir semua zat yang dubutuhkan debay ada di sini. Karbohidrat, vitamin, mineral, protein, zat besi, dan lain sebagainya. Mama bisa lihat di tabel dibawah ini, dan silakan membandingkan juga dengan kolostrum.
     
sumber : www.kajianpustaka.com

                       
      3.   ASI : aman, mudah dicerna dan steril.
v    Karena bersifat alami, dan diproduksi juga oleh agen yang sama, yaitu manusia (maksud saya, bukan berasal dari protein hewani),maka ASI sangat mudah dicerna terserap di pencernaan debay. Aman tidak menyebabkan diare atau sembelit. bahkan, ada yang zero waste lho, Ma. Artinya, debay sampai tidak pup selama beberapa hari karena hanya mengkonsumsi ASI yang semua bisa terserap ke tubuh, tanpa meninggalkan sisa. Hebat ya, ASI...!
     Selain itu, tidak usah berpikir bahwa debay akan terkena alergi karena mengkonsumsi ASI. Alergi yang muncul pada debay yang minum ASi mungkin berasal dari lingkungan, atau dari makanan yang dikonsumsi Mama. Sebaiknya Mama menjaga makanan selama menyusui ya, karena apa yang MAma makan akan sampai juga ke debay melalui ASI.
     ASI juga steril. langsung dari pabriknya lho....tanpa perantara. Beda halnya dengan pemakaian DOT atau BOTOL ya, MA. Sebaiknya lebih berhati-hati, karena pencucian yang tidak bersih mudah mengundang kuman dan virus penyakit.

                   
4.  ASI membuat debay lebih kebal terhadap virus dan kuman penyakit.
     Penelitian yang telah diterbitkan di jurnal Genome Biology dari Biomed Central edisi 30 April 2012.
Bahwa ada perbedaan menonjol dalam kandungan flora jasad renik di dalam perut antara bayi yang disusui oleh ibunya dengan bayi yang diberikan susu formulasi. Perbedaan ini berlanjut dengan perbedaan ekspresi gen-gen yang terkait dengan kekebalan tubuh bayi.

Hal ini telah menjelaskan mengapa dedek bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih memiliki pertahanan tubuh yang baik.


 5.    Mama bisa belajar menyayangi  debay dengan berbagai gaya dan bahasa.
 Menyusuai adalah cara komukasi paling manis antara Mama dan debay. selain itu merupakan komunikasi paling efektif, walaupun kadang tanpa kata-kata juga. Bahasa kasih sayang nggak harus diungkapkan dengan kata-kata, bisa dengan usapan lembut di kepala atau pipinya yang sudah semakin cubby, bisa dengan menatap matanya yang seolah " sedang bercerita", bisa dengan memainkan tangannya yang mungil, yang sedang menggenggam jari Mama. Banyak..banyak deh yang bisa dilakukan.
      
6.  Menyusui,  bonding yang paling efektif  bagi  Ibu dan anak.
 Hubungan emosional antara ibu dan anak sangat erat, sejak kehamilan maupun setelah kelahiran.          Aktivitas yang sangat mendukung adanya empati atau hubungan emosional ibu dan anak salah              satunya adalah aktivitas menyusui.
Salah satu cara yang baik untuk meingkatkan bonding antara Mama dan debay adalah dengan menyusui sepenuh hati. Mama hanya harus fokus saat menyusui. Fokus mengalirkan kasih sayang untuk debay. singkirkan dulu gadget, majalah, atau aktivitas lain yang bisa Mama lakukan lain waktu. Fokus untuk memberikan kualitas maksimal saat menyusui, bukan hanya kuantitasnya. Dengan begitu, mereka akan sangat mengerti dan percaya, bahwa kita mencintainya.  
     
7.  Menyusui bisa sebagai alat kontrasepsi alami untuk menunda kehamilan.
Walaupun tidak semua Mama cukup mengandalkan kontrasepsi alamiah ini, tetapi memang bisa dibuktikan secara ilmiah. Cara kerjanya melibatkan hormon. Jadi hormon yang bertugas memproduksi ASI, yang disebut prolaktin, akan menekan hormon kesuburan (estrogen dan progesteron) sehingga menekan/menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel ovum).
Maka, jangan heran jika ada sebagian Mama yang tidak mengalami haid selama beberapa bulan, hanya karena rajin menyusui. Eh, bakhan ada yang sampai satu tahun baru mendapatkan haid. 
     
8.   Menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium/rahim  bagi ibu.
Wanita memang rentan dengan penyakit kanker payudara dan ovarium. Menurut penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition, menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara sebanyak 91%. Selian itu juga kanker ovarium, karena terjadinya penundaan ovulasi saat menyusui.
      
9.  Bisa juga cara mudah untuk menurunkan berat badan si ibu.
      Ini adalah petikan dari seorang konsultan Gizi yang saya baca di sebuah tabloid.
      "Lebih dari 750 cc, Anda bisa membakar hingga 500 kalori,begitu juga ketika kita memandikan bayi selama lima belas menit, berarti kita membakar 60 kkal dan 100 kkal saat Anda menggendong bayi sambil berdiri selama tiga puluh menit. "
      Tetapi jangan lupa juga, semua itu juga tergantung pada seberapa sering frekuensi menyusui dan         asupan makanan yang dimakan oleh kita. Dan tentu saja sebenarnya yang lebih penting juga, olah         raga. Heee 

Nah, udah tahu kan seberapa pentingnya menyusui? Manfaat dan keuntungan yang bisa kita dapat dari menyusui banyak sekali bukan?. dan yang lebih penting adalah aktivitas ini TIDAK TERGANTIKAN. Semoga  jadi lebih mantep lagi untuk menyusui.  Juga bagi calon Mama yang sedang menunggu proses persalinan, semoga ASInya segera keluar setelah persalinan nanti dan langsung bisa menyusui debay. Percaya deh, Ma, bahwa menyusui itu sangat menyenangkan dan juga membahagiakan tentunya... .

Saya sangat senang jika pembaca ada yang mau sharing pengalaman unik saat menyusui, atau ada yang mau menambahkan tentang  mengapa menyusui itu penting, mohon jangan sungkan untuk menambahkannya di kolom komentar ya. . .

Happy breastfeeding, Mom! 
Ingat, jangan hanya kuantitas, tetapi kualitasnya juga ya Ma,,







Komentar

  1. Waaaah temanku juga ada yang pejuang asi, mbak. Berhubung LDM dia di Jakarta sedangkan Anak sama Suami di Garut tiap minggu bawa cooler gitu buat stock ASI seminggu. Luar biasa memang ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, keren itu temennya mbak...
      salut sama perjuangannya :)

      Hapus
  2. Aku akuu juga masih menyusuii nih, Mba Nana. Semangaaattt. Thanks infonya yaaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mama Grace....
      sama-sama....Semangaat menyusui ya Ma :)

      Hapus
  3. Alhamdulillah bisa kasi ASI juga buat kedua bayiku, meski gak mudah juga di awalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Aprilia tandem-kah mbak?
      Wah,,keren itu mbak,,,
      banyak maem sayur biar lancar ASInya...
      Semangat, Mama Aprilia!

      Hapus
  4. Setuju, terutama yg bonding. Sebagai ibu pekerja yg enggak 24 jam sama anak, bonding dgn anak itu penting banget. Salah satunya nyusuin. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak Noni,
      Walaupun ibu pekerja, kalau pinter managemen waktunya, tetep bisa keep bonding si Kecil kok...salah satunya dengan memanfaatkan waktu menyusui untuk memperbaiki dan menjaga ikatan antara ibu dan anak..

      Hapus
  5. hihii pas aku juga baru update tentang menyusui, bedanya aku lagi menggalau soal sapih menyapih..

    toss dulu lah mak pokoknya, hidup ASI !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. toss dulu Mak Yoan!..
      wah udah mau dua tahun ya mbak? kok udah mau disapih?
      wah boleh nanti aku dibagi tipsnya menyapih ya Mak Yoan..heheee

      Hapus
  6. Emang sih lihat dedek bayi itu bawaannya pengen nyium, gemes aja. Dulu anak-anak, alhamdulillah aku kasih asi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha...iyaa mbk, ponakanku yg msh bayi tak ciumin terus...
      Alhamdulillah ya mbak, dulu Asinya lancar mbk?

      Hapus
  7. ASI emang luar biasa sih manfaatnya, ndak ada tandingan

    Salam,
    Roza.

    BalasHapus
  8. aku belajar asi dari mama sih, beliau super sabar

    salam
    riby

    BalasHapus
  9. Bacaan pas buat calon ibu kayak saya, makasih banyaaak.

    Salam,
    rava.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melirik “ New Concept Fashion” di Ada Buti Store.

Tips liburan seru dan ceria bareng balita

Pola Asuh berbasis Tradisi, Mengapa Tidak? by Omah Perden.