Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

5 Hal yang wooowww sebagai parameter tumbuh kembang balita.

Hari itu saya tersenyum lebar, sambil melirik Langit. Barusan saja, guru paud SMS agar besok Langit memakai celana dalam. "Oh, anakku sudha besar ya, sudah saatnya pakai celana dalam."hihiiii...tawaku dalam hati.

Jadi, Mom...saya nggak ngeh bahwa usia segitu (1,5 tahun) sudah sepantasnya memakai celana dalam. Maklum, anak pertama, belum banyak ilmu dna belum tinggi 'radar'nya.

Sejak saat itu, saya jadi rajin googling masalah tumbuh kembang anak, perilaku-perilaku, jenis permainan yang cocok, jenis mainan yang sesuai dan lain sebagainya. Saya jadi mami yang haus informasi masalah tum-bang anak-anak. Semakin banyak baca, semakin pengan baca yang lain dan baca lagi yang lain.

Nah, saya menemukan beberapa hal menakjubkan yang mungkin untuk pertama kalinya si kecil sampai pada tahap itu... dan itu rasanya..wooo banget... :). Berikut beberapa hal yang woowww itu, Mom..jangan sampai ketinggalan kereta yaaa.. ;)

1.Memakai celana dalam mulai usia 1,5 tahun.
 Kalau sebelumnya…

Rizki tak terduga itu bernama, Senandung Binar.

Gambar
Untukmu,

Senandung Binar Kinnara Adhisatya

Teringat saat dimana mami tak tahu bahwa akan mendapatkan hadiah secantik kamu. Hanya mimpi-mimpi yang bersitkan firasat, bahwa akan ada hal besar yang kuterima. Dan ternyata setelah dua bulan berlalu, baru kami sadari ada kau di rahim mami.

Terhenyak pasti. Kaget, iya. Rasanya campur-aduk . Karena saat itu kakakmu, Langit baru berusia 10 bulan.  Pikiran mami kalut untuk beberapa saat. Apakah secepat ini  engkau dikirimkan untuk kami?. Kami  hanya berfikir, apakah kami sanggup menerima amanah yang besar ini, lagi?

Dan kebahagiaan seharusnya dinikmati secara bahagia. Bukankah Allah Maha Tahu apa-apa yang tidak kami tahu? dan kami  percaya, engkau diberikan bukan untuk hal yang sia-sia dalam hidup kami. dan Kamu adalah  sebagian dari cara Tuhan mengirimkan  rizki untuk kami, Nak.

Dan benar saja, doa dan sayag kami tidak terbagi, namun seperti bertambah satu box lagi. Satu box untuk kakakmu, dan satu box lagi untukmu. Semua dengan kadar yang sa…

Mengenangmu

Mengenangmu

Beberapa kali ku tatap lagi bola matamu yang membiru.
 Dimanakah harapan itu terhempas?
Ku ingatkan lagi bahwa kau adalah cinta dalam hidupku, selamanya.
Tapi seolah kau menghelanya.

angin yang membelaimu seakan memberitahumu,
apa yang terjadi denganku, denganmu,dengan kita.

kita hanya bersama disaat yang maya.
tertawa,bahagia.

kemudian dentingan keras jam dinding membangunkanku.
ku cari lagi tawamu, sosokmu.
tapi semua yang terjadi disana hanya sebuah etalase sunyi yang terbalut mimpi.

nasyapie, Oktober 2014