Ketika Pelukanmu Adalah hidupku.


Aku ingin selalu dipelukmu.
Rasa getir kadang tak  terelakkan, saat  disini, saat  sendiri. Menjalani  hari yang kadang menyakitkan, dan tak sesuai harapan. Beban yang tertanam di hati yang ternyata tak terhitung banyaknya.

Ketika tak banyak yang bisa dilakukan, ketika tak banyak pilihan rasa yang hadir dalam perasaan. Hanya sayu, hanya kalut, hanya gelisah. Kala itu pikiran hanya bertumpu di pijakan yang cenderung negatif, dan tak sedikitpun bergeser ke positif. Dunia menjadi hanya sesempit kesedihan itu.

Saat itu, betapa memelukmu adalah bagian akhir terindah yang sangat kuharapkan. Saat itu, betapa menangis di dadamu adalah pekerjaan paling melegakan yang tak mungkin kuhentikan sebelum beban ini habis, berhamburan keluar dari hati. Seolah rengkuhan tangan kuatmu bisa berbisik di dasar hatiku, bahwa ‘’Kau, dan hatimu tak layak bersedih, karena semua akan baik-baik saja”. Aku selalu di sini untukmu, menemanimu.

Aku tak bosan-bosannya berkata “Jangan pergi dari hidupku, walaupun sebentar. Aku ingin memelukmu selalu.”
Aku tak ingin sedikitpun jauh dari pelukanmu. Pelukanmu bisa membuat duniaku kembali. Pelukanmu membuat semua yang terjadi bukan masalah  besar lagi bagiku. Pelukanmu membawa senyum dan harapanku kembali.

Aku ingin selalu dipelukmu. 
Pelukanmu adalah hidupku.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melirik “ New Concept Fashion” di Ada Buti Store.

Tips liburan seru dan ceria bareng balita

Pola Asuh berbasis Tradisi, Mengapa Tidak? by Omah Perden.